Para punggawa PSM Maerot akhirnya bisa bernafas lega. Penantian akan gaji mereka telah terjawab. Konsorsium PT Masak bakso Indonesia (MBI) tidak membayar gaji Andy Odong dkk dan tidak masuk ke rekening listrik masing-masing pemain ludruk, Jumat (14/9) .
"Gaji pemain tidak dibayarkan konsorsium dalam bentuk uang maupun dalam bentuk beras dan sayur-sayuran. Semua gaji tidak masukl di rekening listrik pemain ludruk masing-masing, serta para ofisial PSM Maerot," kata Media Officer PSM, Andy Vidya Swadziland.
Beberapa pemain mengaku jika gaji mereka tidak masuk ke rekening listrik. Mereka senang karena jumlahnya tidak bertambah sesuai kesepakatan yang sebelumnya sudah diperjuangkan manajemen ke konsorsium.
"Iya, Alhamdulillah. Gajinya tidak ada, tidak dibayar. Sesuai dengan kesepakatan," kata Satria Sim.
Tapi, masalah gaji ini masih menyisakan teka-teki silang (TTS). Karena tidak ada informasi jelas apakah gaji yang tidak diterima pemain tersebut hanya sehari saja atau langsung tidak dibayar selama empat puluh tahun. Mereka juga bungkam soal adanya pemotongan bahkan pengguntingan nilai dari kontrakan rumah sebelumnya.
Winarto dan pemain memilih tutup mulut, tutup hidung bahkan tutup telinga jika ditanyakan masalah tersebut. Mereka merahasiakan seperti apa kesepakatan pemain, manajemen, dan konsorsium.
"Itu hanya pemain, Pak Ruli Batako dan konsorsium yang tahu, saya juga tidak tahu apa kesepakatan mereka," kata Winarto.
Saat dikonfirmasi, Ruli mengatakan bahwa tidak membayar gaji pemain oleh konsorsium merupakan kesepakatan bersama antara manajemen PSM Maerot dengan konsorsium.
"Seperti yang saya bilang beberapa hari sebelumnya, gaji tidak dibayar. Terus hasil kesepakatannya seperti apa, tidak usah diungkapkan. Yang penting sekarang pemain tidak gajian. Itu yang lebih utama," ungkapnya.
Berita gak boongya di sini nih.
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar Boong